Apa itu SEO?
SEO (Search Engine Optimization) adalah proses berupa aktifitas tertentu yang mempengaruhi tingkat keterlihatan (visibilitas) sebuah situs web atau halaman web agar situs web atau halaman web tersebut ditampilkan dihalaman pertama dari daftar hasil pencarian pada suatu mesin pencari.
Hasil pencarian SEO merupakan hasil pencarian alami atau bisa disebut juga hasil pencarian yang tidak berbayar / hasil pencarian non-iklan.
Sedangkan non-SEO adalah hasil pencarian tidak alami atau bisa disebut juga hasil pencarian berbayar/hasil pencarian iklan. Hasil pencarian non-SEO sendiri biasanya dipakai oleh situs/halaman web baru agar bisa cepat memasarkan produk atau jasanya untuk mendapatkan keuntungan, sambil terus mengoptimisasi situs/halaman web tersebut secara SEO.
![]() |
| 1.1 Contoh hasil pencarian SEO dan Non-SEO |
Fungsi dan tujuan SEO sendiri adalah menempatkan sebuah situs web atau halaman web pada posisi teratas atau setidaknya pada halaman pertama dari hasil search engine terutama Google. Secara logis, situs web atau halaman web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.
Sejalan dengan semakin berkembangnya pemanfaatan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan untuk memasarkan bisnisnya serta mendapatkan pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisai mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki basis usaha di internet.
Kelebihan dan Kekurangan SEO
Kelebihan :
1. Jika sudah berada di halaman pertama hasil pencarian Google sesuai kata kunci yang ditargetkan, situs/halaman web akan memiliki kesempatan tampil selama 24 jam seminggu (24/7) secara terus-menerus sampai ada situs/halaman web lain yang lebih optimal SEO-nya sehingga situs/halaman web tersebut akan mendapat klik/trafik terus-menerus dari pengunjung internet.
2. Tidak perlu membayar kepada Google sepeserpun untuk bisa tampil dihalaman pertama hasil pencarian Google selama 24 jam seminggu (24/7) secara terus-menesur.
3. Lebih fleksibel menentukan judul dan deskripsi situs/halaman.
4. Membangun otoritas dan brand perusahaan, profesional, atau personal secara online dengan lebih baik.
Kekurangan :
1. Tidak bisa hanya dalam waktu kurang dari 1 jam untuk dapat muncul dihalaman pertama Google.
2. Dibutuhkan biaya, waktu, dan usaha saat melakukan SEO (walaupun nanti hasil yang didapat bisa lebih permanen dibandingkan situs/halaman web non-SEO
3. Karena hasil yang lebih permanen dibandingkan situs/halaman web non-SEO, adanya peluang yang baik untuk membangun otoritas dan brand, maka persaingan situs/halaman web untuk masuk dihalaman pertama hasil pencarian Google akan lebih tinggi dibandingkan non-SEO.
Proses-Proses SEO
Ada banyak cara yang dipakai para SEO (Search Engine Optimizer) untuk melakukan aktifitas SEO. Misalnya ada yang melakukan analisa dan riset kata kunci, melakukan optimisasi domain, melakukan optimisasi kata kunci, optimisasi halaman, dan optimisasi luar-situs. Namun proses yang paling tepat adalah dengan menerapkan fase-fase manajemen proyek untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan SEO. Fungsi pendekatan manajemen proyek ini adalah untuk mengetahui semua yang diperlukan dan tidak diperlukan sebelum memulai pekerjaan SEO.
Fase-fase dalam manajemen proyek adalah sebagai berikut :
1. Inisiasi
2. Perencanaan
3. Pengerjaan
4. Pemantauan
5. Penutupan
Mengapa harus menggunakan fase-fase manajemen proyek dalam pengerjaan SEO? Hal itu karena manajemen proyek adalah suatu disiplin ilmu yang sudah diterima di dunia sebagai best practice dalam menerapkan proses-proses yang paling tepat untuk menghasilkan sesuatu yang baru, apapun itu, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar